Seri FilsafatTeologi Widya Sasana
Vol. 26 No. 25 (2016)

Allah Tritunggal Yang Mahakasih Dan Maharahim: Sumber Kehidupan Manusia

Kristoforus Bala (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Nov 2020

Abstract

Kehidupan manusia, baik sebagai individu atau pun masyarakat, erat berkaitan dengan image, gambaran, pemahaman atau pengenalan tentang Allah. Ajaran moral-religius, nilai-nilai atau kebajikan-kebajikan sebuah agama sangat dipengaruhi oleh pemahaman, gambaran atau im- age tentang Allah yang dimani. Penganut-penganut agama mendasarkan dan mengarahkan hidup mereka pada sabda atau titah Allah yang disampaikan melalui para nabi dan yang ditulis dalam Kitab Suci. Sebagai contoh saya mengutip teks dari nabi Hosea dan Yesus. “Sebab Aku menyukai kasih setia dan bukan korban sembelihan dan menyukai pengenalan akan Allah lebih dari pada korban-korban bakaran” (Hos 6:6).”Hendaklah kamu murah hati [berbelaskasih] sama seperti Bapamu adalah murah hati [berbelaskasih]” (Luk 6:6). Dua kutipan di atas ini, satu dari nabi Hosea dan yang lain dari ucapan Yesus, menunjukkan bahwa image, pengenalan, pengetahuan kita tentang Allah merupakan sumber inspirasi dan dasar bagi kehidupan dan perilaku manusia. Melalui Hosea, Allah mahakasih mengajar dan meminta umatNya supaya mereka menjadi pribadi yang berbelaskasih sama seperti Allah sendiri berbelaskasih. Yesus juga mengajarkan umatNya supaya meneladani sifat dan perbuatan Allah yang berbelaskasih. Allah yang mahakasih dan maharahim adalah sumber tertinggi ajaran moral-religius dan perbuatan belaskasihNya menjadi model otentik bagi sifat, perbuatan moral manusia dalam kehidupan sosial-masyarakat. Singkatnya, Allah yang mahakasih dan maharahim adalah sumber hidup manusia.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

serifilsafat

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Social Sciences

Description

Seri Filsafat Teologi Widya Sasana focuses on philosophical and theological studies based on both literary and field researches. The emphasis of study is on systematic attempt of exploring seeds of Indonesian philosophy as well as contextualization and inculturation of theology in ...