Manusia, makhluk luar biasa yang diberikan kecerdasan berpikir danberdzikir, berpikir tentang dirinya dan di luar dirinya, bahkan juga mampuberfikir sesuatu yang tidak tampak (ghaib). Sedangkan kecerdasan berdzikir(mengingat) melampaui batas-batas antara dirinya dan di luar dirinya, iamampu menembus Tuhan Yang Esa, menjadi ajang bercinta antara maklukdan Sang Pencipta, dan hanya orang-orang yang beriman kepada Tuhannyayang mampu melakukan keduanya, berpikir dan berdzikir. Kalau berpikirberada dalam ranah otak, sedangkan berdzikir dalam ranah hati dan mulut.Dan keduanya mampu memainkan peranan dalam kehidupan manusia untukselalu serasi dan seimbang menuju gerbang kemanusiaan dan memanusiakanmanusia, tetapi banyak yang melupakan bahwa “perilakulah” yang benarbenarwujud dari fikir dan dzikir itu. Dan perilakulah sebagai ajang berbuatdosa, dari pola pikir dan dzikir yang keliru. Maka, dalam pembahasan inipenulis memberi tema “Derai Dosa, Derasnya Ampunan dalam Islam” untukmelihat bagaimana dosa dan ampunannya dalam Islam, dan apa saja yangtermasuk dosa dan bagaimana cara bertaubat, dan bagaimana seharusnyamanusia menuju Rahmatan lil Alamin.
Copyrights © 2016