Seri FilsafatTeologi Widya Sasana
Vol. 24 No. 23 (2014)

Kebahagiaan Sejati Menurut Alkitab

Henricus Pidyarto Gunawan (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 Dec 2020

Abstract

Semua manusia ingin bahagia. Itulah kerinduan alami yang ada dalamhati mereka. Banyak orang malah menganggap kebahagiaan sebagai tujuanakhir eksistensi manusia. Akan tetapi, apakah sebenarnya kebahagiaan itumenurut kebanyakan orang? Untuk mendapatkan jawabannya, kita perlumengamati bagaimana kata bahagia itu dipakai orang dalam percakapansehari-hari dan melihat penjelasan kata tersebut dalam kamus-kamus bahasa.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2012), bahagia adalah “keadaanatau perasaan senang dan tenteram (bebas dr segala yg menyusahkan)...”Definisi semacam ini diberikan juga oleh Pindar, seorang penulis Yunanikuno yang mengatakan, bahagia berarti bebas dari segala urusan hidup sehariharidan kecemasannya. Oleh karena itu, orang Yunani menyebut para dewaberbahagia sebab mereka tidak mengalami susahnya hidup manusia. Hanyadalam batas tertentu manusia mengambil bagian dalam kebahagiaan paradewa. Paham ini dianut juga oleh Filo, seorang filsuf Yahudi yang helenis;bagi dia, hanya Allah yang berbahagia (monos makarios, Sacr. 101),sedangkan manusia mengambil bagian dalam kebahagiaan-Nya sejauh kodratAllah meresapi manusia

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

serifilsafat

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Social Sciences

Description

Seri Filsafat Teologi Widya Sasana focuses on philosophical and theological studies based on both literary and field researches. The emphasis of study is on systematic attempt of exploring seeds of Indonesian philosophy as well as contextualization and inculturation of theology in ...