Orang zaman modern sering melukiskan kebahagiaan sebagai rasatentram di hati karena apa yang didambakannya dapat terwujud. Makamereka yang hidupnya serba sukses secara kasat mata, seperti orang yangkaya, berkuasa, populer, dan sehat-walafiat, dianggap sebagai orang yangbahagia,1 minimal dilihat lebih beruntung daripada mereka yang hidupnyaserba pas-pasan, tidak punya pengaruh, hanya orang kebanyakan, atau yangsakit-sakitan. Menjadi pertanyaan memang, apakah mereka yang suksessecara kasat mata itu sudah pasti bahagia dan sebaliknya apakah merekayang “kurang beruntung” itu tidak dapat mengalami kebahagiaan?
Copyrights © 2014