Dalam buku memoar terakhir hidup publiknya Hans Küng (85), teologKatolik yang sejak 1979 sesuai dengan konkordat (perjanjian) antara Vatikandan negara-bagian Baden Wuerttemberg mengalami pencabutan “Missiocanonica” yang berarti dilarang mengajar di fakultas teologi di mana calonimam belajar dan kini terkena degenerasi macula (penyakit mata) danterancam penyakit demens menegaskan bahwa hidupnya bahagia (“erfuelltesLeben”) dan ia tak lengket pada hidup ini. Dengan demikian di dalam dirinyaterdapat secara terpadu dua istilah elementer, yakni “kebahagiaan” dan“agama” yang menjadi gara-gara bahan artikel ini. Keduanya amat rumitdan sulit didefinisikan. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengangkatnya denganharapan agar lebih disadari dan dihayati, supaya agama Katolik lebihdirasakan sebagai “wadah” kebahagiaan yang tetap bertahan terhadappenderitaan di dunia ini.
Copyrights © 2014