SIMBIOSA
Vol 2, No 2 (2013): JURNAL SIMBIOSA

APLIKASI KEBUTUHAN RESPIRASI OKSIGEN KERAPU BEBEK (Chromileptes altivelis) BERDASARKAN PADAT TEBAR, YANG DIPELIHARA DENGAN AERASI

Rahmi Rahmi (Universitas Riau Kepulauan)
Ramses Ramses (Universitas Riau Kepulauan)
R. Pramuanggit Panggih Nugroho (Balai Budidaya Laut Kota Batam)



Article Info

Publish Date
08 Dec 2013

Abstract

Pemeliharaan Kerapu Bebek sangat dipengaruhi oleh keadaan kualitas air, khususnya ketersediaan O2 terlarut air. Kebutuhan O2 kerapu bebek dalam budidaya yang semakin intensif perlu diketahui dan ketersediaan O2 dalam media air harus selalu optimal. Kebutuhan O2 kerapu bebek dan ketersediaan O2 dalam air dapat ditentukan dengan mengetahui laju konsumsi oksigen dan oksigen terlarut kritis.  Kadar oksigen yang terlarut di perairan alami bervariasi, tergantung pada suhu, salinitas, turbulensi air, dan tekanan atmosfer.Kegiatan perekayasaan ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan oksigen respirasi Kerapu Bebek pada berbagai ukuran berat dan untuk mengetahui pengaruh perlakuan padat tebar kerapu bebek yang dipelihara dengan aerasi air terhadap sintasan.Mekanisme/cara kerja yang digunakan dalam kegiatan perekayasaan ini untuk mengetahui kebutuhan O2  respirasi kerapu bebek yaitu dengan menggunakan wadah tertutup, kapasitas volume air 3 L dan di penuhi air. 4 perlakuan ukuran berat ikan dengan 4 tingkat ukuran berat, yaitu berkisar antara A1(0,6-1,0), A2(1,1-1,5), A3(1,6-2,0), A4(2,1-2,5) g. Sebelum diujikan kedalam wadah tertutup, masing-masing perlakuan kisaran berat ditimbang hingga mencapai berat total 10 g. Penentuan kebutuhan O2 respirasi kerapu bebek untuk melihat laju konsumsi O2 dan kadar O2 kritis kerapu bebek. Tahap berikutnya dilakukan pemeliharaan kerapu bebek dengan aerasi selama 60 hari. Padat tebar kerapu bebek terdiri dari 3 tingkat yaitu 8, 10, 30, ekor/dm3. Pengamatan dilakukan terhadap ikan dan kualitas air setiap 10 hari,dimulai pada umur 30 hari. Pengamatan ikan dilakukan terhadap jumlah yang hidup.Hasilnya  diperoleh bahwa pada perlakuan pertama A1 laju konsumsi oksigen  0,24 mg O2/g/detik dan oksigen terlarut kritis 2,75; A2 laju konsumsi oksigen 0,18 mg O2/g/detik dan oksigen terlarut kritis 2,88; A3 laju konsumsi oksigen 0,22 mg O2/g/detik dan oksigen terlarut kritis 2,91; A4 laju konsumsi oksigen 0,11 mg O2/g/detik dan oksigen terlarut kritis 3,26. Pada pemeliharaan dengan aerasi diperoleh sintasan sebagai berikut ; padat tebar 8 ekor/L = 15%, padat tebar 10 ekor/L = 21 %, padat tebar 30 ekor/L = 32%.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

simbiosajournal

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Education

Description

ehadiran jurnal SIMBIOSA sangat diharapkan untuk meningkatkan publikasi ilmiah pada bidang pembelajaran Biologi dan Sains. Fokus dan cakupan SIMBIOSA secara deteil sebagai berikur: Pendidikan Biologi, mencakup : pembelajaran Biologi untuk sekolah menengah, dan perguruan tinggi; teknologi ...