Artikel ini membahas tentang dakhi>l al-‘ilmi dalam al-Jawa>hir fi> Tafsi>r al-Qur’an karya T{ant}a>wi> Jawhari>. Dakhi>l al-‘ilmi adalah pendekatan teori atau temuan ilmiah modern sebagai instrumen tafsir secara berlebihan. Tafsir al-Jawa>hir fi Tafsi>r al-Qur’an adalah salah satu karya tafsir yang ditulis dengan pendekan tersebut. Sebenarnya, banyak pendekatan lain yang diaplikasikan oleh T{ant}a>wi>. Tetapi pendekatan ilmi> ini mengambil porsi yang sangat banyak dalam lembar tafsir al-Jawa>hir. Pengambilan porsi yang sangat banyak ini seringkali membuat T{ant}a>wi> Jawhari terlena dan terjebak dalam pembahasan teori atau temuan sains modern yang panjang lebar. Dalam keterlenaan itu, menyebabkan ia tergelincir ke dalam praktik tafsir dakhi>l al-‘ilmi. Seperti dalam penafsiran ayat ke 61 dari surat al-Baqarah. Ia mengatakan bahwa gaya hidup ala orang pedesaan jauh lebih menyehatkan dibanding gaya hidup ala orang perkotaan. Seakan-akan ayat tersebut ditarik untuk mengamini gaya hidup orang pedesaan. Contoh lainya adalah di ayat 67 surat al-Baqarah. Ia mengaitkan kisah penyembelihan sapi betina dengan praktik ilmu pemanggilan arwah di banyak negara seperti di Amerika dan eropa. Tentu saja al-Qur’an tidak ada kaitannya dengan praktik ajaran pemanggilan arwah. Namun demikian hal ini ia hubung-hubungkan seakan praktik pemanggilan arwah ada landasan teologisnya dari al-Qur’an
Copyrights © 2019