Pemerintah Orde Baru menanamkan kesadaran nasional dengan melalui wacana identitas nasional. Identitas nasional tersebut dimunculkan melalui buku teks mata pelajaran sejarah untuk menciptakan kesamaan historis sebagai satu bangsa. Tujuan dari kesamaan historis adalah membentuk perasaan senasib. Penulis mencoba menguraikan beberapa contoh mitos politik yang terdapat dalam teks sejarah nasional dengan menggunakan metode cross-reference. Penulis menemukan bahwa buku teks sejarah sebagai media massa tradisional menjadi instrumen hegemoni pemerintah Orde Baru guna memunculkan perasaan senasib sehingga menerima identitas sebagai satu bangsa. Namun identitas nasional yang dimunculkan tidak merepresentasikan budaya Indonesia secara keseluruhan tetapi cenderung pada kebudayaan Jawa (Jawa-sentris). Kata Kunci: Hegemoni, Identitas Nasional, Buku Sejarah
Copyrights © 2017