ABSTRAK Ketimpangan Pembagunan Wilayah adalah salah satu permasalahan ekonomi regional yang masih menjadi isu yang hangat, khususnya untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI). Masih terjadinya ketimpangan pembangunan wilayah ini salah satu disebabkan masih terkosentrasinya proses pembangunan ekonomi di Jawa dan Bali. Sementara kondisi itu terjadi, daerah-daerah yang dianggap pembangunan masih kurang terus berusaha mengejar ketertinggalan pembangunan di wilayahnya dengan berbagai strategi pembangunan. Dan salah satunya Nusa Tenggara Barat yang telah melakukan upaya peningkatan perekonomian masyarakatnya dengan cara mengembangkan sektor yang menjadi sektor unggulan. Penelitian ini mencoba mengetahui apakah upaya pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat dalam peningkatan perekonomian masyarakatnya sudah mampu menurunkan Ketimpangan Pembangunan Wilayah. Dengan menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini berusaha untuk mengungkap pengaruh PDRB per kapita, Investasi dan Aglomerasi terhadap Ketimpangan Pembangunan Wilayah. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa PDRB per kapita berpengaruh signifikan dan memiliki hubungan negatif terhadap Ketimpangan Pembangunan Wilayah, Investasi tidak memiliki pengaruh signifikan, namun memiliki hubungan yang negatif terhadap Ketimpangan Pembangunan Wilayah. Sementara Aglomerasi memiliki pengaruh yang signifikan dan hubungan yang negatif terhadap Ketimpangan Pembangunan Wilayah. PDRB per kapita mampu menurunkan Ketimpangan Pembangunan Wilayah dikarenakan sektor-sektor unggulan seperti pertanian, pertambangan serta pariwisata mampu menyerap tenaga kerja lokal sehingga menyebabkan peningkatan pendapatan masyarakat dan menurunkan kemiskinan serta pengangguran. Masih rendahnya Investasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat disebabkan masih minimnya ketersedian infrastruktur pendukung kegiatan investasi sehingga pengaruh investasi masih belum mampu menurunkan ketimpangan secara signifikan. Namun jumlah investasi yang ada sudah mampu membentuk hubungan yang negatif dengan ketimpangan pembangunan wilayah. Aglomerasi di Provinsi Nsua Tenggara Barat sudah mampu menurunkan ketimpangan karena denga adanya kegiatan oleh industri yang ada di kawasan aglomerasi manarik minat dari masyarakat juga ikut mendirikan usaha di sekitar kegiatan industri tersebut sehingga pendapatan masyarakat meningkat dan menurunkan ketimpangan pembangunan wilayah. Kata kunci: ketimpangan pembangunan wilayah, PDRB per kapita , Investasi, Aglomerasi.
Copyrights © 2012