Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif bekerja dari para pria pekerja seks komersial atau yang disebut dengan gigolo. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif agar dapat menjelaskan motif bekerja seperti apa yang dimiliki oleh para pelaku prostitusi pria ini. Studi kasus pada gigolo menjadi fokus penelitian karena pada dasarnya para lelaki mempunyai kekuatan yang cukup untuk dapat bekerja di tempat atau sektor informal lainnya. Fenomena yang terjadi adalah adanya beberapa orang yang menjadi gigolo disaat adanya banyak pilihan pekerjaan lain di sektor informal. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan wawancara untuk mendapatkan data, wawancara ini dipilih karena setiap orang memiliki motif yang berbeda dalam bekerja, sehingga data primerlah yang dipilih oleh peneliti. Content analysis menjadi alat untuk membantu peneliti menganalisis data yang didapat dari hasil wawancara. Motif bekerja berdasar pada kebutuhan yang ingin dipenuhi.oleh setiap individunya sehingga temuan dari motif-motif bekerjapun berbeda. Pada dasarnya temuan dari peneliti adalah adanya 3 motif yang mendasari setiap orang untuk bekerja, yaitu : Motif ekonomi, Motif Sosiologi dan Motif Psikologi. Ketiga hal tersebut tidak harus muncul secara satu demi satu namun juga dapat muncul secara bersamaan. Hal ini ditemukan peneliti dari hasil analisis wawancara peneliti terhadapa gigolo. Motif ekonomi yang muncul adalah berdasar pada pemenuhan kebutuhan primer. Motif sosiologi yang muncul adalah adanya kebutuhan akan mendapatkan penerimaan terlebih mendapatkan hubungan yang bermakna dari sebuah komunitas ataupun kelompok masyarakat dapat dikatakan dari dalam keluar. Motif psikologi disini mengarah kepada bagaimana seseorang dapat diakui dalam komunitas atau dapat dikatakan dari dalam menuju keluar. Hasil dari temuan juga menyatakan bahwa pekerjaan menjadi pekerjaan utama karena pekerjaan ini terkadang lebih di prioritaskan dibandingkan pekerjaan lainnya. Penelitian ini nantinya diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi para pembacanya. Hal ini terkait pada adanya temuan bahwa para gigolo ini bekerja pada sektor ini bukan karena tidak didapatkannya pekerjaan lain bahkan para pelaku ini bisa mempunyai pekerjaan lain di saat sedang bekerja sebagai gigolo. Pengetahuan ini dapat menjadi acuan untuk penanganan para pekerja gigolo ini yang bukan hanya berfokus pada pemberian keterampilan melainkan lebih kepada penanganan yang lebih tepat. Kata kunci: Motif Bekerja, Motif Ekonomi, Motif Sosiologi, Motif Psikologi, Gigolo.
Copyrights © 2012