Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman siswa tunarungu terhadap konsep lingkaran berdasarkan gaya belajarnya. Subjek dalam penelitian ini adalah 10 siswa tunarungu di SLB Negeri 2 Bantul. Instrumen penelitian campuran dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif ini berupa instrumen tes gaya belajar, instrumen tes pemahaman, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Analisis data penelitian dilakukan selama dan setelah pengumpulan data agar data yang diperoleh tersusun secara sistematis dan lebih mudah ditafsirkan. Dalam penelitian ini analisis data kuantitatif dilakukan melalui analisis statistik deskriptif dengan menyajikan hasil tes pemahaman maupun hasil tes gaya belajar siswa dalam bentuk diagram. Analisis data kualitatif dilakukan secara induktif dimulai dengan menelaah seluruh data hasil wawancara dan observasi, kemudian reduksi data, penyajian, dan verifikasi sampai diperoleh suatu kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa gaya belajar siswa tunarungu adalah visual, kinestetik dan kombinasi keduanya (visual-kinestetik). Dari hasil analisis juga diperoleh bahwa gaya belajar yang dimiliki siswa memiliki keterkaitan dan pengaruh terhadap capaian pemahaman siswa. Terdapat empat aspek pemahaman lingkaran yang dicapai siswa dengan nilai melebihi KKM, yaitu aspek menginterpretasikan, mengelompokkan, memberi contoh dan membandingkan. Sedangkan tiga aspek pemahaman lainnya yaitu meringkas, menjelaskan dan menyimpulkan masih berada di bawah KKM.
Copyrights © 2020