Kerajinan Cenderamata adalah salah satu industri Pariwisata, yang dalam konteks Bali adalah Pariwisata Budaya. Cenderamata sebagai produk budaya sangat mendukung industrialisasi pariwisata budaya tersebut. Penelitian ini dilakukan terhadap fenomena tersebut dari sebuah kajian budaya (culture studies). Adapun teori yang dipergunakan adalah teori budaya pop, teori komodifikasi dan teori postmodern, dan dengan menggunakan metode analisis diskriptif kualitatif, dan permasalahan dalam penelitian ini mencakup pertanyaan-pertanyaan seperti,(1) bagaimanakah bentuk kerajinan cenderamata di desa Sebatu, (2) bagaimanakah proses produksi, pemasaran dan konsumsi kerajinan cenderamata di Desa Sebatu? dan (3) bagaimanakah makna kerajinan cenderamata terhadap masyarakat di desa Sebatu? Penelitian ini menggunakan metode pangamatan (observasi), kemudian informasi diperoleh melalui teknik snowball dengan wawancara mendalam yang tidak terstruktur.Selanjutnya teori yang digunakan untuk membahas masalah adalah; (1) teori budaya pop, dikemukakan oleh Storey, salah satunya adalah budaya pop budaya yang disukai secara luas atau sangat disukai oleh orang banyak. (2) teori Komodifikasi, sebagai suatu konsep yang luas yaitu masalah produksi komoditas, perindustrian, dan proses dari barang-barang konsumsi dalam kerajinan cenderamata (3) teori postmodern, dikemukakan oleh Dominic Strinati untuk menguraikan bahwa lahirnya suatu tatanan social dimana arti penting maupun kekuatan media massa dan budaya popular yang berarti kesemuanya itu mengatur dan membentuk segala macam hubungan social. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses komodifikasi kerajinan cinderamata dalam konteks pariwisata budaya, khususnya di Desa Sebatu Kecamatan Tegalalang. Dalam penelitian ini selain menggunakan teori-teori diatas, ditinjau pula dari bentuk,fungsi dan makna dari perubahan hasil komodifikasi tersebut.
Copyrights © 2020