Membaca selalu dianggap sulit oleh banyak siswa. Sebagian besar siswa di Universitas Lakidende mengalami masalah berikut: masalah pertama menyangkut; mereka masih kurang memahami apa yang mereka baca. Masalah kedua, cara guru mengajar membaca digunakan cara konvensional dan tidak mendorong siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, salah satu masalah yang dihadapi oleh guru dalam proses pengajaran adalah bahwa hanya beberapa siswa yang dapat memahami teks dengan baik. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya motivasi dari siswa untuk membaca dalam bahasa Inggris dan sebagian besar sudut pandang siswa tentang membaca dalam bahasa Inggris membuat mereka bosan. Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki apakah penggunaan schoology akan mengungkapkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam bahasa target serta menemukan apakah strategi tersebut berdampak pada motivasi mereka untuk menggunakan bahasa Inggris. Tujuan dari Studi ini adalah untuk mengetahui sejauh mana schoology meningkatkan pemahaman membaca siswa. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Di kelas eksperimen disebut kelas yang diberi schoology. Sedangkan kelas kontrol disebut kelas yang diberi seperangkat kondisi biasa atau cara konvensional, yaitu strategi tiga langkah. Penelitian ini dilakukan di Universitas Lakidende Unaaha dengan sampel 66 mahasiswa sarjana. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes membaca. Hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan pada pemahaman membaca siswa antara kelompok eksperimen dan kontrol sebelum dan sesudah perawatan. Peneliti menggunakan analisis uji-t Sampel independen oleh SPSS ayat 16 untuk menguji hipotesis. Analisis data menunjukkan ada peningkatan yang signifikan pada pemahaman membaca siswa dari pre-test ke post-test mengungkapkan perbedaan yang signifikan (0,000 <0,05) sebelum dan sesudah implementasi schoology. Temuan menunjukkan bahwa Schoology efektif untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa.
Copyrights © 2019