Hasil penelitian menunjukkan bahwa fundamental makro ekonomi Indonesia belum cukup kuat, meskipun indikator ekonomi makro menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi, tingkat inflasi, tingkat kemiskinan, dan tingkat pengangguran rendah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh sektor perdagangan dan keuangan yang menyebabkan penyerapan tenaga kerja kurang maksimal. Berdasarkan hasil estimasi menunjukkan bahwa variabel tingkat inflasi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, transaksi berjalan, transaksi modal dan finansial, serta cadangan devisa secara serentak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tingkat Inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini sesuai dengan teori Harrold-Domar. Tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran juga menunjukkan hubungan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, namun pengaruhnya tidak signifikan. Teori Kurva Phillips terbukti bahwa tingkat pengangguran berhubungan negatif dengan tingkat inflasi. Selain itu transaksi berjalan dan transaksi modal dan finansial berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, sedangkan cadangan devisa berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan ketiganya tidak berpengaruh signifikan. Kata kunci: Fundamental Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Inflasi, Tingkat Kemiskinan, Tingkat Pengangguran, Transaksi Berjalan, Transaksi Modal dan Finansial, Cadangan Devisa
Copyrights © 2013