Produk perikanan merupakan bahan pangan yang banyak digemari oleh masyarakat. Salah satu hasil pengolahan produk perikanan yang disukai masyarakat adalah fillet ikan tuna. Hal tersebut diikuti dengan tuntutan kualitas mutu produk fillet ikan tuna, sehingga dibutuhkan suatu alat analisa yang dapat menganalisis kesegaran fillet ikan tuna secara mudah dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sensor kesegaran edible berbasis indikator antosianin dari ekstrak kulit buah juwet (Syzygium cumini) dengan membran selulosa bakterial dari nata de coco. Sensor kesegaran edible tersebut dapat diaplikasikan sebagai sensor kesegaran dan mengetahui tingkat kesegaran fillet ikan tuna dengan berbagai parameter. Dilakukan uji parameter kesegaran fillet ikan tuna meliputi uji total mikroba, uji total volatile bases nitrogen (TVB-N), nilai pH, nilai tekstur, dan uji organoleptis. Perubahan warna sensor kesegaran edible diamati secara visual dan diuji menggunakan program ImageJ untuk menentukan nilai mean green. Hasil menunjukkan perubahan warna sensor kesegaran yaitu ungu tua saat fillet ikan tuna dalam keadaan segar, ungu muda saat fillet ikan tuna masih segar dan abu-abu ketika fillet ikan tuna sudah tidak lagi segar. Nilai mean green sensor kesegaran edible meningkat seiring dengan penurunan tingkat kesegaran fillet ikan tuna.
Copyrights © 2020