Sintesis
Vol 7, No 1 (2013)

PRASANGKA GENDER DAN EMANSIPASI PEREMPUAN DALAM NOVEL SANG MAHARANI KARYA AGNES JESSICA

Benedikta Haryanti (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Mar 2013

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengungkapkan prasangka gender dan emansipasi perempuan dalam novel Sang Maharani karya Agnes Jessica. Prasangka gender adalah anggapan yang salah kaprah tentang gender dan jenis kelamin. Emansipasi perempuan adalah pelepasan diri perempuan dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah serta pembebasan diri dari kekangan hukum yang membatasi kemungkinan-kemungkinan untuk berkembang dan maju. Prasangka gender dalam novel Sang Maharani adalah (a) harga perempuan hanya terletak pada kecantikannya, (b) perempuan tidak pantas untuk bersekolah tinggi-tinggi karena tugas utama perempuan adalah melayani suami dan bekerja layaknya ibu rumah tangga, (c) perempuan selalu dianggap satu tingkat lebih rendah dari laki-laki, dan (d) stereotip ibu tiri yang jahat dikukuhkan oleh tokoh Sari. Prasangka gender tersebut kemudian mendorong lahirnya emansipasi perempuan. Emansipasi perempuan dalam novel Sang Maharani adalah (a) perempuan berani bangkit dari keterpurukan, (b) perempuan terjun dalam bidang publik, dan (c) pemaknaan ulang terhadap virginitas.Kata kunci : kritik sastra feminis, prasangka gender, emansipasi perempuan.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

sintesis

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. ...