Tulisan ini bertujuan melakukan pemaknaan Belenggu dengan teori dan metode semiotik yang beranjak dari asumsi dasar bahwa bahasa sastra memiliki konvensi tambahan sehingga sastra memiliki meaning of meaning . Kajian dan pemaknan tersebut dibatasi pada pembacaan heuristik, penafsiran terhadap jenis-jenis tanda yang meliputi ikon, indeks, dan simbol-simbol dominan yang memiliki satuan makna, serta eksplisitasi matriks, model, dan varian-varian.Pemaknaan roman Belenggu dengan teori dan metode semiotik ini membuka peluang bagi pembaca untuk menafsirkan roman tersebut pada tataran bahasa dan sastra, serta melakukan konkretisasi terhadap ruang kosong (the empty spaces) yang tidak diungkapkan secara eksplisit dalam teks. Tema masa lampau yang menjauh dan masa depan yang belum pasti yang menjadi inti roman Belenggu merupakan hasil konkretiasi terhadap ruang kosong dalam teks.KATA KUNCI semiotik, heuristik, matriks, model
Copyrights © 2008