The POLITICS : Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Vol 2 No 2 (2016): Juli

Friedrich Ebert Stiftung dan Sosial Demokrasi: Memahami Aktifitas Gerakan Sosial Global dalam Penyebarluasan Diskursus di Indonesia

Aspin Nur Arifin Rivai (Depertemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia)



Article Info

Publish Date
15 Dec 2016

Abstract

Tulisan ini merupakan telaah keberlangsungan Friedrich Ebert Stiftung (FES) dalam diskursus Sosial Demokrasi di Indonesia.Tulisan ini berangkat dari pertanyaan mendasar yaitu, bagaimana upaya yang dilakukan aktor transnasional tersebut? Tulisan ini mengambil dua bentuk konsep yaitu: jaringan masyarakat global menurut Charles Tilly (1978). Tulisan ini berargumentasi bahwa eksistensi FES di Indonesia memiliki tantangan yang sangat kompleks dalam mengembangkan Sosial Demokrasi. Mulanya, Sosial Demokrasi dikategorikan sebagai bagian dari ideologi komunisme oleh rezim Soeharto.Tumbangnya kepemimpinan otoritarian membawa dampak cukup baik bagi FES yang semakin leluasa dalam mengembangkan wacana tersebut. Jelasnya, wacana Sosial Demokrasi membutuhkan sistem demokratis yang dinaungi oleh Reformasi. FES yang tadinya hanya bermitra dengan gerakan buruh di rezim otoritarian, berangsur  ke berbagai aktor seperti partai politik dan kelompok epistemik di era Reformasi saat ini. Keberlangsungan tersebut dimaknai sebagai pola “reproduksi wacana” yang tadinya tertutup, kemudian terbuka dan menyentuh berbagai aktifitas seperti sosial, ekonomi-politik, dan keamanan. Tantangan terbesar FES saat mereproduksi wacana Sosial di era Reformasi ialah: (1) masih adanya konstruksi di tengah masyarakat bahwa Sosial Demokrasi sebagai bagian dari komunisme, (2) lemahnya mobilisasi politik yang dilakukan oleh FES, dan (3) FES belum mampu memberi tawaran konkrit mengenai prinsip Sosial Demokrasi dalam implementasi kehidupan sosial dan politik di Indonesia.

Copyrights © 2016