Jurnal Administrasi Publik
Vol 1, No 8 (2013)

Urgensi Kebijakan Deliberatif dalam Rangka Mengatasi Limbah Pabrik Gula (Studi pada PG. Pesantren Baru Kota Kediri)

Nurmawati, Beti (Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang)



Article Info

Publish Date
21 Oct 2013

Abstract

Abstract: Urgency of Deliberative Policy in the Framework of Overcoming Sugar Factory Waste (Studies in PG. Pesantren Baru Kediri). This study aimed to describe the act of Local Government and Sugar Factory in dealing with the waste of PG. Pesantren Baru through deliberative policy urgency. This is because the implications of the impact of waste that is quite complex if not immediately handled, deliberative policy is needed to overcome the waste problem. In deliberative policy no one party that lost or won, but will result in a win win solution. The method used in this study was a descriptive study with a qualitative approach, with focus on: (1) the actions performed by the Local Government and PG. Pesantreen in dealing with the waste; (2) deliberative policy in order to overcome the PG. Pesantren Baru waste. The results of this study indicate that the Government of Kediri and PG. Pesantren Baru already comply with the rules established. But in terms of protection and provision of government infrastructure is not maximized, because the protection is left to society mechanisms and the provision of infrastructure by the Government only to small businesses collectively. For deliberative policy between the Government, PG. Pesantren Baru, and the community in dealing with the waste problem still has not fully happened. So that deliberative policy in here is merely urgency. Keywords: policy,deliberative,public sphere, weste Abstrak: Urgensi Kebijakan Deliberatif dalam Rangka Mengatasi Limbah Pabrik Gula (Studi pada PG. Pesantren Baru Kota Kediri). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindakan Pemerintah Daerah dan  PG.  Baru dalam mengatasi limbah PG. Pesantren Baru melalui urgensi kebijakan deliberatif. Hal ini dikarenakan implikasi dari dampak limbah yang cukup komplek bila tidak segara ditangani, maka diperlukan kebijakan deliberatif untuk mengatasi permasalahan limbah ini. Dalam kebijakan deliberatif tidak ada satu pihak yang kalah maupun menang, namun akan menghasilkan win win solution. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan fokus: (1) tindakan-tindakan yang dilakukan Pemerintah Daerah dan  PG. Pesantren Baru dalam mengatasi limbah PG. Pesantren Baru; (2) kebijakan deliberatif dalam rangka mengatasi limbah PG. Pesantren Baru. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Kediri dan PG. Pesantren Baru sudah mematuhi aturan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. Namun dalam hal proteksi dan penyediaan infrastruktur Pemerintah belum maksimal, karena proteksi masih di serahkan pada mekanisme masyarakat dan penyediaan infrastruktur oleh Pemerintah hanya untuk usaha kecil secara kolektif. Untuk kebijakan deliberatif antara Pemerintah, PG. Pesantren Baru, dan masyarakat dalam mengatasi masalah limbah masih belum terjadi sepenuhnya. Sehingga kebijakan deliberatif disini hanya bersifat urgensi. Kata kunci: kebijakan, deliberatif, ruang publik, limbah

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

jap

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan ...