Dalam tradisi Perjanjian Lama, frase "wajah Allah" digunakan untuk menggambarkan kehadiran Yahwe, Allah Israel. Artikel ini menganalisis makna kata "wajah" dalam Kel 33:12-23 yang berisi dialog antara Musa dengan Yahwe, di mana Musa meminta penyertaan Tuhan di padang gurun. Penulis berusaha menjelaskan kaitan antara kata "wajah" dengan identitas Israel. Untuk menjelaskan kaitan ini, penulis menguraikan terlebih dahulu identitas Musa mengingat pentingnya figur musa dalam formasi iman Israel dalam perjalanan di padang gurun menuju Tanah Terjanji. Bagi penulis, "wajah" menyingkap karakter seseorang dan menyimbolkan diri seseorang. Maka "wajah Yahwe" menjadi begitu penting bagi Musa dan bangsa Israel.
Copyrights © 2015