Jurnal Teologi
Vol 5, No 2 (2016)

ADIVASIS: THE UPROOTED PEOPLE OF THE LAND

Ashok Kujur (Studied at Jesuits School of Theology of St. Clara University, Berkley, California, USA.)



Article Info

Publish Date
24 Mar 2017

Abstract

Sejak zaman dahulu, tanah memiliki makna sosial, politis, ekonomis, serta religius, terutama bagi penduduk asli. Bagi orang-orang Adivasi di India tengah dan selatan, tanah merupakan pemberian dari Tuhan dan kehidupan sendiri. Maka, pewarisan tanah menjamin keberlangsungan dan pengembangan kelompok Adivasi. Kepemilikan tanah juga merupakan wujud nyata hidup kelompok tersebut dengan Tuhan. Terusirnya kaum Adivasi dari tanah mereka karena perkembangan industri yang mengatasnamakan pembangunan adalah praktek yang tidak bermoral dan berdosa. Pemindahan tersebut menyebabkan pengangguran, kemiskinan, tunawisma, tekanan psikologis, dan meningkatnya kejahatan. Orang-orang tercabut dari keyakinan, budaya, dan tradisi leluhur mereka. Hubungan-hubungan ini menjadi rusak dan orang menjadi beringas melawan para elit penguasa. Tercabutnya orang Adivasi tersebut juga menghasilkan kekerasan dan intoleransi agama. Dalam tulisan ini penulis menganalisa persoalan pemindahan orang Adivasi dan orang-orang yang tak berdaya yang menginginkan hidup yang berakar dengan tanah mereka. Analisa ini merupakan upaya sederhana untuk mengangkat suatu "ruang suci" bagi dialog dan membuka kedok strategi-strategi dari Partai Hindutva yang tampaknya berusaha membasmi iman Kristen dari India, salah satunya dengan mencerabut orang Adivasi dari tanahnya.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

jt

Publisher

Subject

Religion Education Other

Description

JURNAL TEOLOGI bertujuan menyampaikan hasil penelitian dalam bidang teologi kontekstual atau refleksi atas penghayatan iman untuk pengembangan iman dalam konteks Indonesia dan Asia di tengah keanekaragaman agama, budaya, dan persoalan konkret hidup berbangsa. Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat ...