Banyak umat beriman Kristiani memahami Sakramen Penguatan sebagai sakramen pencurahan Roh Kudus dan sakramen kepenuhan inisiasi. Dengan kata lain, Roh Kudus dilihat sebagai titik pusat dari sakramen ini. Menurut Kenan B. Osborne, pemahaman Sakramen Penguatan semacam itu tidak sampai pada diri pribadi Yesus sebagai sakramen pokok dan tidak menampilkan Yesus sebagai locus classicus Sakramen Penguatan. Pemahaman yang diterima oleh umat ini menjadi suatu permasalahan bila relasi antara Yesus dengan Roh Kudus dihilangkan, dan pemahaman umat beriman terhadap Sakramen Penguatan tidak sampai pada pribadi Yesus. Melalui penelitian pustaka, penulis menggunakan metode hermeneutika Hans-Georg Gadamer untuk menganalis teks dan meleburkan (fusion of horizons) cakrawala teks pengarang. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Kenan B. Osborne mempunyai pandangan bahwa Yesus merupakan sakramen pokok dan sekaligus locus classicus Sakramen Penguatan, 2) kita perlu memakai kacamata iman dalam konteks karya keselamatan Allah dalam hubungan Trinitaris untuk bisa memahami Yesus sebagai locus classicus Sakramen Penguatan; aspek-aspek pneumatologis-kristologis, eklesiologis, dan pemahaman akan Yesus sebagai sakramen primordial, 3) pemikiran Kenan B. Osborne semakin melengkapi dan memberikan pemahaman mendalam mengenai Yesus sebagai locus classicus Sakramen Penguatan di dalam ajaran Gereja Katolik, norma-norma yuridis, dan pastoral.
Copyrights © 2018