Penelitian ini dilakukan di Laboratorium dan kandang sapi Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kelurahan Sasi selama 5 bulan yaitu dari awal Juli sampai November 2016, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penampungan terhadap kualitas spermatozoa sapi bali. Semen hasil penampungan selanjutnya langsung di bawah ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan awal. Pemeriksaan semen segar dalam penelitian ini meliputi pemeriksaan secara makroskopis dan mikroskopis, selanjutnya diberi perlakuan dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 9 unit satuan percobaan. Perlakuan yang diuji terdiri dari: R1= 1 minggu 1 kali penampungan, R2= 1 minggu 2 kali penampungan, dan R3= 1 minggu 3 kali penampungan. Hasil penelitian tersebut dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan apabila terdapat perbedaan antara perlakuan, maka akan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Analisis deskriptif digunakan untuk menghitung volume, bau, warna, dan konsistensi (kekentalan) semen. Disimpulkan bahwa frekuensi penampungan 1 minggu 1 kali penampungan dapat menghasilkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan frekuensi penampungan 1 minggu 2 kali penampungan dan 1 minggu 3 kali penampungan, dan pada pH semen, bau semen, warna semen, dan konsistensi (kekentalan ) semen menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh nyata.
Copyrights © 2018