Difteri merupakan penyakit pengancam jiwa. Tingkat kematian paling tinggi akibat penyakit ini adalah pada bayi dan anak-anak. Difteri merupakan penyakit menular potensial wabah, sesuai dengan kriteria wabah maka penyakit yang sudah lama tidak ada kemudian muncul lagi maka kondisi tersebut dianggap sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa). Status kelengkapan imunisasi pada anak dipengaruhi oleh perilaku ibu dalam mengimunisasikan anaknya, terutama pada ibu yang memiliki anak usia bayi sebab pada usia bayi seorang anak bergantung kepada ibunya tidak terkecuali dalam melakukan imunisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara perilaku ibu mengimunisasikan DPT dengan status kelengkapan imunisasi DPT dasar pada bayi usia 11 bulan di Puskesmas Nagaswidak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah 35 orang. Penelitian dilakukan di Puskesmas Nagaswiak dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data dan KMS (kartu menuju sehat) untuk mengetahui status kelengkapan imunisasi bayi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perilaku ibu mengimunisasikan DPT di Puskesmas Nagaswidak termasuk dalam kategori perilaku cukup baik yaitu 48,6% dan sebanyak 54,3% status imunisasi DPT pada bayi usia 11 bulan adalah lengkap. Perhitungan uji statistik chi square didapatkan p value 0,02 dan Odd Ratio (OR) 6,5 yang berarti Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara perilaku ibu mengimunisasikan DPT dengan status kelengkapan imunisasi DPT dasar pada bayi usia 11 bulan di Puskesmas Nagaswidak.
Copyrights © 2020