Majalah Ilmiah Sultan Agung
Vol 48, No 123 (2010): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juli 2010 (Edisi Khusus FKG)

Bernafas Lewat Mulut Sebagai Faktor Ekstrinsik Etiologi Maloklusi (Studi Pustaka)

Andina Rizkia Putri Kusuma (Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Islam Sultan Agung)



Article Info

Publish Date
01 Jan 1970

Abstract

Penyebab utama terjadinya pernafasan mulut adalah karena ketidak mam- puan bernafas secara optimal melalui hidung (Achmad, 2005). Kelainan intranasal merupakan salah satu etiologi bernafas lewat mulut (Finn, 1973). Alergi dan kea- daan septum nasi yang bengkok menyebabkan aliran udara pernafasan tersumbat, sehingga tubuh akan mengalihkan fungsi hidung ke mulut agar tetap mendapatkan asupan oksigen yang cukup (Achmad, 2005; Purwanegara, 2005). Mulut yang berfungsi sebagai jalan nafas akan selalu berada dalam keadaan terbuka, mengaki- batkan gigi-gigi atas dan bawah tidak dapat berkontak secara optimal sehingga  memungkinkan terjadi erupsi berlebih gigi-gigi posterior. Rahang bawah yang tu- run untuk memperlancar asupan udara pernafasan lewat mulut, menyebabkan  gangguan pertumbuhan rahang sehingga memungkinkan berkembangnya malok- lusi (Padolsky, 2005; Purwanegara, 2005).Telaah pustaka ini menyimpulkan bahwa (1) Bernafas lewat mulut berpengaruh terhadap struktur kraniofasial, menye- babkan rahang bawah berotasi ke posteroinferior, pertumbuhan rahang ba- wah dalam arah vertikal berlebih, rahang atas dan bawah retrognatik, serta  kontraksi lengkung gigi rahang atas. (2) Bernafas lewat mulut juga bepengaruh terhadap gigi-geligi, cenderung  menimbulkan maloklusi Angle Kelas II divisi 1, peningkatan jarak gigit, gigitan terbuka anterior, gigitan silang posterior, dan gigi berjejal.Kata Kunci : bernafas lewat mulut, etiologi maloklusi

Copyrights © 2010