Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil sawi putih. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 12 petak percobaan. Perlakuan yang diujicobakan terdiri atas tiga taraf yaitu J1: jarak tanam 15x15 cm, J2: jarak tanam 20x20 cm, J3: jarak tanam 25x25 cm. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) sesuai dengan model rancangan yang digunakan, bila pengaruh nyata maka di lanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil analisis menunjukan perlakuan jarak tanam tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Tinggi sawi tertinggi terdapat pada perlakuan J3 yakni 25 cm, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan J1 dan J2. Tinggi sawi terendah dicapai pada perlakuan J1 yakni 23,5 cm. Jumlah daun tanaman sawi terbanyak terdapat pada perlakuan J3 yakni 5,25 helai, yang berbeda nyata dengan perlakuan J1, namaun tidak berbeda nyata dengan perlakuan J2. Perlakuan Jarak tanam berpengaruh nyata terhadap berat segar sawi. Berat segar sawi terbanyak terdapat pada perlakuan J3 yakni 25,25 g pada perlakuan 25x25 cm, yang berbeda nyata dengan perlakuan J1, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan J2. Hasil uji sidik ragam menunjukan bahwa perlakuan jarak tanam pada sawi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah daun dan berpengaruh sangat nyata terhadap berat segar sawi. Semakin rapatnya tanaman menjadi faktor yang membatasi pertumbuhan, sehingga laju tumbuhnya pun semakin kecil. Perlakuan jarak tanam terhadap sawi memberikan hasil yang signifikan terhadap jumlah daun dan berat segar sawi.
Copyrights © 2021