Cahaya matahari merupakan sumber utama energi bagi kehidupan. Cahaya dapat berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman dan dapat ditentukan oleh intensitasnya.Intensitas cahaya adalah banyaknya energi yang diterima oleh suatu tanaman per satuan luas dan waktu (kal/cm2/hari). Pada dasarnya intensitas cahaya matahari akan berpengaruh nyata terhadap sifat morfologi tanaman. Hal ini dikarenakan intensitas cahaya matahari dibutuhkan untuk berlangsungnya penyatuan CO2 dan air untuk membentuk karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan intensitas penyinaran matahari terhadap perkecembahan cabai rawit (Capsicum frutescensL.) dan untuk mengetahui frekuensi penyinaran terbaik untuk perkecambahan cabai rawit (Capsicum frutescens L.).Penelitian ini dilakukan di desa Holulai, Kecamatan Loaholu.Penelitian ini dimulai dari bulan Maret - April. Metode yang digunakan yang pada penelitian ini adalah eksperimen dengan perlakuan perbedaan intensitas penyinaran matahari yaitu P0 = Kontrol, P1 = 50%, P2 = 75%, P3 = 100%. Sumber data yaitu : a) Tinggi tanaman, dan b) Jumlah daun. Data diambil setiap 7 hari, dengan ulangan 3 kali.Analisis data dengan Anova melalui bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan penyinaran berpengaruh secara signifikan terhadap tinggi tanaman, pada pelakuan P3=100%, dimana nilai F hitung ≥F tabel (3.671603 ≥ 3.490295) pada taraf signifikan 0,05. Namun tidak berpengaruh terhadap jumlah daun tanaman cabai rawit, dimana nilai F hitung ≤F tabel (0.74026 ≤ 3.490295) pada taraf sig. 0,05.
Copyrights © 2021