Dalam sejarahnya, tidak bisa dipungkiri, bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yang sudah “mendarah daging” di Indonesia. Sejarah pendidikan di Indonesia mencatat, bahwa pesantren adalah bentuk lembaga pendidikan pribumi tertua di Indonesia. Bahkan Nurcholis Madjid berpendapat bahwa pesantren tidak hanya identik dengan makna keIslaman, tetapi juga mengandung makna keaslian (indigenous) Indonesia, sebab keberadaannya mulai dikenal di bumi Nusantara pada periode abad ke 13-17 M, dan di Jawa pada abad ke 15-16 M. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan permasalahan yang diteliti sebagai berikut: 1. Bagaimana manajemen di pondok pesantren modern Al-Bayan dan manajemen di pondok pesantren salafi Riyadussholihin? 2. Adakah pengaruh manajemen di pondok pesantren modern Al-Bayan dan manajemen di pondok pesantren salafi Riyadussholihin dengan peningkatan mutu pendidikan Islam? 3. Bagaimana pelaksananaan Perbandingan manajemen di pondok pesantren modern Al-Bayan dan pondok pesantren Salafi Riyadussholihin? Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk : 1. Untuk mengetahui manajemen di pondok pesantren modern Al-Bayan dan manajemen di pondok pesantren salafi Riyadussholihin. 2. Untuk mengetahui pengaruh manajemen di pondok pesantren modern Al-Bayan dan manajemen di pondok pesantren salafi Riyadussholihin dengan peningkatan mutu pendidikan Islam? 3. Untuk mengetahui Perbandingan manajemen di pesantren modern Al-Bayan dan pondok pesantren Salafi Riyadussholihin? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif komparatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Dengan demikian bahwa implementasi manajemen di Pondok Pesantren Modern Al-Bayan dan Pondok Pesantren Salafi Riyadusshalihin yang dilaksanakan oleh Pimpian Pondok Pesantren meliputi, 1. Proses Belajar Mengajar, 2. Perencanaan Program Sekolah, 3. Pengelolaan Kurikulum, 4. Pengelolaan Ketenagaan, 5. Pengelolaan Peralatan dan Perlengkapan, 6. Pengelolaan Keuangan, 7. Pelayanan Siswa, 8. Hubungan Pondok dengan Masyarakat, 9. Pengelolaan Iklim Pondok adalah cukup memadai
Copyrights © 2018