Penelitian ini adalah studi pendahuluan dalam identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh guru dan siswa SMA dalam kegiatan pembelajaran fisika di sekolah yang dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa yang berakibat pada rendahnya hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SMA Budhi Warman II. Subyek penelitian adalah 43 orang siswa kelas X MIPA 1 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data diperoleh dari hasil observasi, kuesioner, wawancara dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik pada indikator keaktifan peserta didik sebesar 62,5%, daya ingat peserta didik terkait pelajaran sebesar 73,8%, pemahaman peserta didik terkait penerapan fisika dalam kehidupan sehari-hari sebesar 73,8%, kemampuan identifikasi fenomena secara ilmiah sebesar 54,8%, hasil belajar peserta didik di bawah kriteria ketuntasan minimum sebesar 64,5%, dan sebesar 54,8% peserta didik menganggap materi momentum dan impuls merupakan materi yang paling sulit. Penelitian pendahuluan ini akan dilanjutkan ke penelitian selanjutnya untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematic (STEAM) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2020