SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 14, No 1 (2016): Desember 2016

IMPLEMENTASI METODE ATTRIBUTE DECISSION MAKING (MADM) UNTUK MENENTUKAN KAWASAN PENANAMAN BAKAU

Aridhanyati Arifin (Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2016

Abstract

Penanaman kembali vegetasi bakau merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah kerusakan hutan bakau. Studi dan analisis terhadap berbagai kawasan merupakan hal yang perlu dilakukan, sehingga dapat diusulkan kawasan potensial yang memenuhi syarat untuk ditanami bakau. Diperlukan suatu model pengambilan keputusan sebagai sarana yang memberikan dukungan bagi pengambilan keputusan oleh pengambil keputusan. Multiple Attribute Decision Making (MADM) dipilih sebagai model keputusan. Makalah ini mengajukan kombinasi dua metode untuk menyelesaikan masalah penentuan daerah potensial penanaman bakau, yakni metode Weight Product (WP) dan Simple Additive Weighting (SAW). Metode WP digunakan untuk mendapatkan nilai rating kecocokan dari setiap alternatif terhadap kriteria lokasi. Metode SAW dipakai untuk melakukan proses perangkingan keputusan. Keputusan yang ingin diambil sebagai penyelesaian masalah yaitu mendapatkan daerah-daerah baru yang potensial untuk ditanami bakau sesuai kriteria yang ditentukan oleh pengambil keputusan. Pemerintah Kota Balikpapan maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkungan dapat menjadi pembuat keputusan pada Sistem Pendukung Keputusan. Kriteria-kriteria yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan yaitu luas lokasi, jarak dengan pantai, jenis tanah, dan jenis air. Rekomendasi keputusan disajikan dalam format rangking. Kawasan yang menduduki peringkat ke-1 paling direkomendasikan untuk ditanami bakau.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...