SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 15, No 1 (2017): DESEMBER 2017

ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PLTMG TERHADAP PLTG DI PUSAT LISTRIK BALAI PUNGUT – DURI

Novi Gusnita (Uin suska Riau)



Article Info

Publish Date
10 Dec 2017

Abstract

Pengoperasian Pembangkit lisrik perlu dilakukan peminimalan biaya operasi, agar daya beban tetapterpenuhi, sedangkan biaya operasi dapat ditekan, salah satunya harga bahan bakar. Salah satu upayapemerintah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dengan skenario Gasifikasi, denganpertimbangan gas bumi lebih efektif dan efisien, penggunaan lebih praktis dan emisinya lebih ramahlingkungan jika dibandingkan bahan bakar minyak. Penelitian ini membandingkan penggunaan bahan bakarpada PLTMG dan PLTG di pusat listrik Balai Pungut secara teknis dan ekonomi dengan menggunakan metodelangsung. Berdasarkan analisa teknis produksi listrik PLTG lebih besar dibandingkan PLTMG yaitu sebesar14.619,3 kWh dan PLTMG sebesar 13.889,8 kWh, tetapi waktu operasi PLTMG lebih besar dibandingkanPLTG dikarenakan perawatan PLTG lebih sering dibandingkan PLTMG. Hal ini dibuktikan dengan Heat RatePLTG jauh lebih besar dibandingkan PLTMG yaitu 14.369,18 Btu/kwh sedangkan PLTMG 9002,88 Btu/kwh.Sedangkan Effesiensi Thermal PLTMG lebih bagus dibandingkan PLTG yaitu 37% dan PLTG 23%.Sedangkan dalam analisa Ekonomi biaya produksi PLTMG Rp.750 perkWh sedangkan PLTG Rp. 1120,78,berdasarkan biaya produksi tersebut PLTMG lebih menguntungkan yaitu Rp. 22.914.397.100 lebih besardiandinkan PLTG sebesar Rp. 219.170.000. Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dikatakan PLTMG lebihunggul dibandingkan PLTG.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...