Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PLTMG TERHADAP PLTG DI PUSAT LISTRIK BALAI PUNGUT – DURI Novi Gusnita
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 15, No 1 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v15i1.4144

Abstract

Pengoperasian Pembangkit lisrik perlu dilakukan peminimalan biaya operasi, agar daya beban tetapterpenuhi, sedangkan biaya operasi dapat ditekan, salah satunya harga bahan bakar. Salah satu upayapemerintah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dengan skenario Gasifikasi, denganpertimbangan gas bumi lebih efektif dan efisien, penggunaan lebih praktis dan emisinya lebih ramahlingkungan jika dibandingkan bahan bakar minyak. Penelitian ini membandingkan penggunaan bahan bakarpada PLTMG dan PLTG di pusat listrik Balai Pungut secara teknis dan ekonomi dengan menggunakan metodelangsung. Berdasarkan analisa teknis produksi listrik PLTG lebih besar dibandingkan PLTMG yaitu sebesar14.619,3 kWh dan PLTMG sebesar 13.889,8 kWh, tetapi waktu operasi PLTMG lebih besar dibandingkanPLTG dikarenakan perawatan PLTG lebih sering dibandingkan PLTMG. Hal ini dibuktikan dengan Heat RatePLTG jauh lebih besar dibandingkan PLTMG yaitu 14.369,18 Btu/kwh sedangkan PLTMG 9002,88 Btu/kwh.Sedangkan Effesiensi Thermal PLTMG lebih bagus dibandingkan PLTG yaitu 37% dan PLTG 23%.Sedangkan dalam analisa Ekonomi biaya produksi PLTMG Rp.750 perkWh sedangkan PLTG Rp. 1120,78,berdasarkan biaya produksi tersebut PLTMG lebih menguntungkan yaitu Rp. 22.914.397.100 lebih besardiandinkan PLTG sebesar Rp. 219.170.000. Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dikatakan PLTMG lebihunggul dibandingkan PLTG.
ANALISA EFISIENSI DAN PEMANFAATAN GAS BUANG TURBIN GAS ALSTHOM PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS KAPASITAS 20 MW Novi Gusnita
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 14, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v14i2.4143

Abstract

Dalam usaha untuk meningkatkan efektifitas kerja suatu perusahaan perlu adanya perencanaan yang tepat pada operasionalnya, hal ini penting dalam mengetahui efisiensi dari suatu pembangkit listrik. Seperti diketahui gas buang dari unit PLTG Balai-Pungut hanya terbuang sia-sia dan mempunyai efisiensi termal yang rendah, seharusnya masih dapat dimanfaatkan kembali dalam meningkatkan efisiensi termalnya dengan cara penggabungan siklus (Combine cycle) turbin gas dan turbin uap menjadi (PLTGU). Dalam tugas akhir ini nantinya nilai efisiensi dari PLTG dihitung menggunakan metode siklus Brayton. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode siklus brayton didapatkan efisiensi termal dari PLTG Balai-Pungut Duri sebesar 29,20% dengan kapasitas daya 20 MW. Kemudian, setelah dilakukan perhitungan penggabungan siklus yang memanfaatkan gas buang yang tidak dimanfaatkan, didapatkan hasil peningkatan efisiensi termal menjadi 52,41% dan peningkatan kapasitas daya keluaran menjadi 63,842 MW.
Analisis Pengaruh Jumlah Lilitan dan Kecepatan Putar Terhadap Efisiensi Pada Permanent Magnet Synchronus Generator 18 Slot 16 Pole Tri Parlan Zaputra; Novi Gusnita
JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional) Vol 8, No 2 (2022): JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.083 KB) | DOI: 10.24036/jtev.v8i2.117875

Abstract

Energi fosil masih mendominasi di Indonesia dan energi fosil bisa habis jika digunakan terus menerus dan untuk adanya kembali membutuhkan waktu yang sangat lama. Untuk mengatasi permasalahan yang ada pada energi fosil ini adalah dengan menggunakan sumber energi terbarukan. Angin merupakan salah satu sumber energi terbarukan dan dapat menggerakkan generator. Generator adalah mesin listrik yang dapat mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik. Jenis generator yang digunakan dalam penelitian ini adalah generator synchronous permanent magnet. Dengan meninggkatkan jumlah lilitan dan kecepatan putar pada PMSG dapat menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yang berbasis Finite Element Method (FEM). FEM merupakan metode yang dapat memecahkan satu persatu perhitungan ke yang lebih kecil lalu dihitung parameternya satu persatu ke setiap bagian. Untuk meningkatkan efisiensi pada PMSG 18 slot 16 pole menggunakan variasi kecepatan putar mulai dari 500 rpm, 100 rpm dan 1500 rpm dan variasi jumlah lilitan 50, 75 dan 100 lilitan dengan beban 10 ohm disamakan setiap variasinya. Dimana jumlah lilitan dan kecepatan berpengaruh terhadap efisiensi dan menghasilkan efisiensi terbaik 80,9% dengan nilai arus 13.83 ampere, tegangan 138.8 volt, daya input 2392.37 watt dan daya otput 1956.04 watt.