SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 16, No 1 (2018): DESEMBER 2018

Penerapan Metode 5S Untuk Kenyamanan Operator di Laundry X

Danu Ari Hidayat (Universitas Kristen Maranatha - Bandung)
elty sarvia (Universitas Kristen Maranatha - Bandung)



Article Info

Publish Date
13 Feb 2018

Abstract

Sebuah laundry dapat bertahan apabila dapat bersaing dengan laundry lainnya, salah satunya dengan cara memberikan pelayanan baik, agar konsumen merasa puas, namun kenyamanan kerja untuk karyawan perlu diperhatikan juga, agar suasana kerja aman dan nyaman, dimana rasa aman dan nyaman bekerja dilihat dari fasilitas fisik, kondisi lingkungan kerja, lingkungan fisik dan juga kesehatan dan keselamatan kerja laundry. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan usulan mengenai fasilitas fisik kondisi lingkungan kerja, lingkungan fisik, serta kesehatan dan keselamatan kerja laundry. Digunakan data antropometri sebagai acuan dalam analisis dan perbaikan fasilitas fisik laundry, kondisi lingkungan kerja dianalisis dan diperbaiki dengan mengacu pada 5S. Selanjutnya, kondisi lingkungan fisik dianalisis dan diperbaiki dengan mengacu pada studi lingkungan fisik, serta diagram fishbone dalam menganalisis kesehatan dan keselamatan kerja. Fasilitas fisik yang diusulkan memiliki dimensi yang sesuai dengan data antropometri, dimana dimensi meja setrika baru adalah 123 cm x 67 cm x 90 cm, dimensi meja packing baru adalah 65 cm x 44 cm x 81 cm, dan dimensi rak penyimpanan baru adalah 140 cm x 35 cm x 147 cm. Tata letak usulan merubah letak fasilitas fisik yang ada, sehingga tidak mengakibatkan backtrack. Berdasarkan data kecelakaan kerja, diusulkan tempat penyimpanan alat setrika pada meja setrika usulan dan pengadaan keranjang baru dengan handle.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...