SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 9, No 2 (2012): Juni 2012

Rancang Bangun Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Pemilihan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus: SMP Negeri di Pekanbaru)

Fathurahma Fathurahma (Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau)



Article Info

Publish Date
27 Nov 2014

Abstract

Pemilihan sekolah, khususnya Sekolah Menengah Pertama (SMP), memerlukan pertimbangan cermat orangtua agar diketahui sekolah mana yang paling baik untuk anaknya. Bermacam kriteria, tingkat kepentingan dalam memilih sekolah, serta alternatif sekolah yang beragam membutuhkan sebuah metode ilmiah untuk memilih sekolah agar menghasilkan pilihan optimal. Kriteria yang menjadi pertimbangan orang tua dalam pemilihan SMP yaitu nilai Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UAS-BN) anak, jarak sekolah dengan tempat tinggal, ketersediaan sarana angkutan umum, akreditasi sekolah, biaya sekolah, dan lingkungan sekolah. Perhitungan jarak untuk kriteria jarak sekolah merupakan kriteria berbasis geografis yang memerlukan representasi visual dalam bentuk peta digital. Pengelolaan informasi berbasis geografis ini lazim disebut Sistem Informasi Geografis (SIG). Rancang bangun aplikasi SIG menghasilkan sebuah pengambilan keputusan berupa peringkat alternatif SMP dengan bobot prioritas global tertinggi yang direkomendasikan untuk dipilih orangtua. Bobot prioritas global tertinggi diperoleh dari hasil analisis kriteria dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai metode.

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...