SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 9, No 2 (2012): Juni 2012

Analisis Tata Kelola Layanan Openbiblio Perpustakaan UIN Suska Riau dengan Pendekatan ITIL v3

Idria Maita (Fakultas Sains dan teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau)
Devi Mendasari (Fakultas Sains dan teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau)



Article Info

Publish Date
28 Nov 2014

Abstract

Best practice Information Technology Infrastructure Library (ITIL) V3 merupakan sebuah konsep pengelolaan infrastruktur, pengembangan serta operasi teknologi informasi. Untuk menjalankan proses bisnisnya, perpustakaan UIN Suska Riau telah menggunakan sistem informasi perpustakaan, yaitu OpenBiblio (OB). Aplikasi ini terdiri dari beberapa fitur layanan, salah satunya adalah proses sirkulasi yang memproses peminjaman dan pengembalian buku. Untuk fungsi optimal, OB juga didukung oleh ELiMS yang berbasis RFID. Meskipun aplikasi ini dilengkapi dengan supporing system, namun tidak serta merta layanan OpenBiblio menjamin adanya ketersediaan informasi yang akurat dan konsisten. Pada penelitian ini, rekomendasi service design ITIL V3, khususnya service catalog management dijadikan sebagai acuan dalam pengelolaan infrastuktur dan pengembangan proses layanan teknologi OpenBiblio. Hasil yang dicapai pada penelitian ini adalah membangun business service catalog dan service level agreements OpenBiblio untuk proses sirkulasi. SOP dan dokumentasi layanan OpenBiblio merupakan sumber data utama dalam penelitian ini. Sehingga hasil yang didapat nantinya dapat dijadikan sebagai rekomendasi bagi manajemen perpustakaan UIN Suska Riau dalam memberikan informasi dan prosedur yang akurat dan konsisten kepada pengguna.

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...