SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 11, No 2 (2014): Juni 2014

STUDI KELAYAKAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS WEB PADA POLTEKES KEMENKES RIAU DENGAN MENGGUNAKAN METODE KELAYAKAN TELOS

Syaifullah Syaifullah (Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)
Jony Widianto (Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)



Article Info

Publish Date
05 Oct 2014

Abstract

Dalam pengembangan sistem informasi sering kali terjadi permasalahan-permasalahan oleh untuk pelaku didalam organisasi yang menyebabkan pemborosan waktu dan biaya. Kendala yang dihadapi pada Poltekes Kemenkes Riau adalah sarana penyampaian informasi yang masih sangat minim, seperti penginputan data akademik, informasi KHS serta Transkrip yang memerlukan waktu yang lama dan pengisian KRS yang masih manual. Maka perlu dikembangkan dengan membuat sistem yang lebih akurat dan efisien, yaitu dengan membuat sistem informasi akademik berbasis web, namun sebelum pengembangan sistem dilakukan maka perlu di analisis kelayakan sistem informasi akademik berbasis web terlebih dahulu. Analisis kelayakan yang dilakukan adalah dengan metode analisis kelayakan TELOS. Payback period (pp), Net Present Value (NPV), dan Return of investment (ROI) digunakan untuk faktor ekonomi pada Telos. Tujuan dari analisis kelayakan ini adalah untuk menentukan kemungkinan apakah pengembangan proyek sistem layak diteruskan atau tidak. Berdasarkan jumlah factor kelayakan = 8.4, berarti perancangan pengembangan sistemin formasi yang dievaluasi adalah LAYAK (B), dengan resiko pengembangan system yang cukup rendah sehingga sistem informasi akademik bebasis web layak untuk dilakukan pengembangannya.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...