Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis (JIMB)
Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis

PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGAKUISISI SETELAH MELAKUKAN MERGER DAN AKUISISI

Agung Wahyudi Biantoro (Universitas Mercu Buana, Jakarta)



Article Info

Publish Date
10 Sep 2018

Abstract

Pengembangan perusahaan atau ekspansi dilakukan sebagai bagian dari strategi untukmemenangkan persaingan atau untuk bertahan ditengah persaingan. Merger dan akuisismenjadi salah satu cara yang digunakan oleh perusahaan untuk melakukan pengembanganusaha. Perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi seringkali mengalami perubahan di dalam kegiatannya. Perubahan yang terjadi terutama dalam segi kinerja keuangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah perusahaan melakukan kegiatan merger dan akuisisi. Desain penelitian adalah desain penelitian asosiatif guna mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang melakukan merger dan akuisisi selama periode pengamatan. Sampel penelitian ditetapkan berdasarkan kriteria subsector industri semen dan pertambangan dengan masing-masing objek terdiri dari tiga perusahaan. Periode pengamatan selama tiga tahun sebelum dan tiga tahun sesudah merger dan akuisisi dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah dilakukannya merger dan akuisisi ditunjukkan dengan nilai sig lebih besar dari 0.05.Sedangkan berdasarkan sub sector industri, terdapat perbedaan kinerja keuangan industrisemen dan pertambangan pada rasio ROA, TATO, dan NPM sesudah terjadinya mergerdan akuisisi.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

jimb

Publisher

Subject

Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

In order to make Indonesia the center of the worlds Islamic economy, tourism is one of the potential sektors to be developed. The Ministry of Tourism and Creative Economy visited Indonesia as many as 6 million visitors until 2024. Kota Tua area is one of the priority tours that will be made ...