Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis (JIMB)
Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis

Pengaruh ROA, DER, dan Tobin’s Q-ratio Terhadap Harga Saham Pada Industri Pertambangan Migas di Bursa Efek Indonesia

Harefan Arief (Mercu Buana University)



Article Info

Publish Date
27 Jul 2020

Abstract

Terdapat fenomena menarik ditengah menurunnya harga minyak dan turunnya ekspor ternyata justru saham-saham emiten sektor migas mengalami penguatan terbesar di pasar saham Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan fenomena yang dijabarkan diatas perlu adanya suatu analisa keuangan dengan bantuan alat ukur agar adanya suatu indikator agar Investor tidak mengalami kerugian Investasi. Pada dasarnya terdapat sejumlah alat ukur yang dapat digunakan oleh analis dan investor untuk menilai kesehatan perusahaan, seperti analisis rasio, analisis struktur modal, penilaian modal kerja, analisis potensi kebangkrutan Altman, Tobin’s Q-ratio. Kinerja perusahaan yang tinggi akan berpengaruh pada tingginya harga saham perusahaan tersebut dipasar. Tujuan dari hasil penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor mendasar yang diwakili oleh rasio keuangan menggunakan variabel Tobin’s Q-ratio untuk pergerakan harga saham sektor pertambangan sub Perusahaan Minyak dan Gas di Bursa Efek Indonesia. Analisis data dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia selama 2014-2018. Berdasarkan hasil perhitungan di dapat variabel ROA dan DER secara parsial tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Varibel Tobin’s Q-ratio berpengaruh terhadap Harga Saham. Kemudian di dapat Rasio ROA, DER dan Tobins q’ratio   secara simultan semua variabel independen berpengaruh terhadap harga saham.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

jimb

Publisher

Subject

Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

In order to make Indonesia the center of the worlds Islamic economy, tourism is one of the potential sektors to be developed. The Ministry of Tourism and Creative Economy visited Indonesia as many as 6 million visitors until 2024. Kota Tua area is one of the priority tours that will be made ...