Artikel ini mendiskusikan upaya membentuk tata kelola kelembagaan bagi para pedagang kaki lima di jalan barito, kecamatan kebayoran baru, kotamadya jakarta selatan, provinsi DKI jakarta. Kajian ini dilakukan dengan menganalisis hubungan antar stakeholder yang memiliki kepentingan terhadap keberadaan PKL di jalan barito tersebut, dengan menggunakan pendekatan actor network theory dan bantuan perangkat lunak UCINET. Kajian ini menemukan bahwa PKL merupakan stakeholder yang memiliki hubungan kedekatan yang paling tinggi dibandingkan seluruh stakeholder lainnya. Namun dengan posisi PKL sebagai objek kebijakan, maka stakeholder dengan kedekatan tertinggi kedua, yaitu dinas koperasi dan UMKM kota DKI jakarta, harus menempati posisi sentral sebagai jembatan antara pemerintah dengan PKL, dengan mitra dan pihak terkait lainnya. Kajian ini bermanfaat dalam upaya pemberdayaan PKL di kawasan perkotaan.
Copyrights © 2021