Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Locancang, Desa Paowan, kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketersediaan benih tebu unggul bersertifikat bagi petani melalui perluasan KBD di setiap Wilayah Kerja Pabrik Gula. Bahan tanam diperoleh dari Kebun Percobaan (KP) P3GI Pasuruan. Varietas yang ditanam adalah Varietas tebu unggul (PS 862). Pendekatan taksasi produksi mata tunas per hektar menggunakan persamaan regresi eksponensial sehingga akan diketahui kebutuhan benih berdasarkan luasan areal tanam dan dapat dibuat rekomendasi jumlah dan sebaran penangkar benih di wilayah Pabrik Gula di Kabupaten Situbondo. Taksasi produksi jumlah mata per hektar dapat dilakukan sebelum panen (umur tanaman 5 BST) dengan menggunakan regresi eksponensial. Metode ini diterapkan untuk system tanam bagal. Hasil penelitian menghasilkan jumlah batang rata-rata per hektar adalah 8.49 batang/m sehingga produksi mata tunas per hektar yang ditanam dengan metode bagal adalah 681.888,6 mata per ha. Jumlah ini dapat digunakan untuk benih tanam tebu KTG seluas 7.01 hektar. Untuk luas wilayah tanam PG. Wringin Anom adalah 924,0 ha membutuhkan benih untuk KTG sebanyak 88.704.000 mata tunas. Dengan metode bagal dapat dipenuhi dari luas lahan KBD 130,09 ha. Sementara untuk Wilayah Kerja PG. Pandji dengan luas tanam 124 ha membutuhkan benih sebanyak 11.956.060 mata tunas, dapat dipenuhi dari 17,53 ha lahan KBD, Dengan metode SBP kebutuhan benih dapat dipenuhi dari lahan KBD seluas 39,32 ha dengan dengan jumlah benih 1.108.800 mata. Untuk PG. kebutuhan benih tersebut dapat dipenuhi dari lahan KBD seluas 5.3 ha dengan jumlah benih yang ditanam sebanyak 149.451 mata tunas.
Copyrights © 2019