Filariasis disebabkan oleh infeksi cacing filarial dan ditularkan melalui nyamuk. Di Indonesia, 70% Filariasis disebabkan oleh Brugia malayi. Dari berbagai metode diagnosis yang ada, Real-time PCR banyak digunakan karena lebih sensitif dan spesifik. Perlu dilakukan optimasi sebelum melakukan pengujian, diantaranya optimasi suhu annealing dan konsentrasi primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu annealing dan konsentrasi primer yang optimal untuk deteksi B. malayi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan menentukan reaski optimal berdasarkan nilai Cycle threshold yang diamati melalui kurva amplifikasi. Optimasi suhu annealing dilakukan dengan variasi suhu 53oC, 54oC, 55oC, 56oC, 57oC. Sedangkan primer SLX-F dan SLX-R, yang digunakan dalam penelitian ini, dibuat variasi konsentrasi 10µM; 7,5µM; 5µM Real-time PCR ESCO Swift Spectrum 48. Berdasarkan hasil penelitian diketahui, konsentrasi primer 10µM pada suhu 55oC menghasilkan nilai Ct optimal (14,4) dibandingkan dengan semua variasi reaksi yang diujikan
Copyrights © 2019