: Mohammed Arkoun berupaya memahami al-Qur’an dengan metode yang tidak lazim digunakan mufasir klasik. Bahkan metode yang dipakai justru yang selama ini lekat dengan tradisi keÂilmuan barat, yaitu metode historis-antropologis, linguistik-semioÂtika, dan teÂoÂÂlogis-religius. Gagasannya yang liberal ini menÂdapat kritikan berbagai pihak, baik kalangan ulama muslim klaÂsik maupun dari para orientalis. Meskipun pemikiran Arkoun menÂdapat banyak kritikan, beliau dianggap berhasil menarik miÂnat kebanyakan kalangan orientalis untuk mengkaji al-Qur'an, dan berhasil meÂngetengahkan sudut pandang Islam yang dapat diterima dalam lingkungan ilmiah Barat.
Copyrights © 2016