Kendala waktu sering menjadi masalah dalam proyek konstruksi. Penjadwalan proyek dan evaluasi yang konsisten diperlukan agar proyek selesai tepat waktu. Evaluasi diterapkan menggunakan metode performance intensity dan metode earned value analysis. Evaluasi untuk mengetahui kinerja waktu diterapkan pada proyek sekolah 3 lantai di Surabaya. Proyek direncanakan selesai pada 12 April 2013 dengan durasi 180 hari. Pada awal April kontraktor melakukan update sehingga proyek direncanakan selesai 31 Mei 2013 dengan durasi 228 hari. Evaluasi dilakukan selama 14 periode. Setelah evaluasi dilakukan, kemudian dilakukan analisa faktor yang menyebabkan proyek terlambat. Hasil analisa metode performance intensity menunjukkan sampai pada periode 14, waktu pelaksanaan lebih lambat dari jadwal rencana, yang ditunjukkan dengan nilai Actual Performance Intensity kumulatif (2.116) lebih kecil dari nilai cruise control period (2.576) dengan prediksi tanggal selesai 15 Juli 2013. Hasil analisa metode earned value analysis menunjukkan sampai pada periode 14, waktu pelaksanaan lebih lambat dari jadwal rencana, yang ditunjukkan dengan nilai SPI=0.8594 (SPI<1) dengan prediksi tanggal selesai 7 Juli 2013. Keterlambatan disebabkan oleh berbagai faktor, tetapi yang sering membuat proyek terlambat adalah faktor predecessor, tenaga kerja, dan material.
Copyrights © 2013