Pelecehan seksual kini menjadi perhatian publik dalam beberapa dekade terakhir dan menjadi salah satu bentuk kekerasan seksual yang angka kejadiannya terus meningkat. Pelecehan seksual dapat memberikan dampak psikologis yang buruk khususnya pada perempuan. Sebab, pelaku pelecehan seksual diketahui banyak didominasi oleh laki-laki. Meskipun banyak terjadi, kasus-kasus pelecehan seksual masih belum ditanggapi serius oleh masyarakat ataupun pihak yang berwenang. Sebab pelecehan seksual biasanya tidak meninggalkan bekas fisik pada korban. Untuk itu, perlu mengetahui akar masalahnya. Secara singkat, uraian ini bertujuan untuk menunjukkan upaya dalam memahami dan memperkuat bahwa seksisme merupakan satu akar masalah dari kekerasan/pelecehan seksual yang terjadi terhadap perempuan oleh laki-laki, serta melihat potensi peran bystander sebagai salah satu jalan untuk mencegah angka pelecehan seksual meningkat.
Copyrights © 2021