Ketersediaan suku cadang sepeda motor di PT. Motorindo Perkasa Raya harus dimonitor untuk menghindari kekosongan barang. Masalah tidak memiliki laporan mengenai sebagian besar barang yang dibeli oleh sebagian besar pelanggan menjadi kendala. Mengolah barang masuk dan keluar yang tidak diproses dengan sistem membutuhkan teknik mengelola barang. Semakin lengkap jenis-jenis suku cadang, kebutuhan pelanggan akan terpenuhi. Pengumpulan suku cadang yang tersedia akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mendapatkan suku cadang yang paling banyak dibeli pelanggan untuk setiap transaksi. Penambangan data bersumber dari basis data mentah. Ini menimbulkan masalah dalam database yang cenderung dinamis, lengkap, membumi dan besar. Algoritma k-berarti Clustering mampu dan efektif untuk menemukan cluster dalam data. Halaman pengguna formulir perhitungan ini akan menentukan jumlah cluster pada pusat perhitungan dan iterasi maksimum data yang telah dimasukkan ke dalam sistem. Tujuan dari penerapan K-mean adalah untuk menemukan nilai dari barang yang dibeli oleh sebagian besar pelanggan sehingga memudahkan untuk menyediakan suku cadang. Hasil perhitungan Algoritma K-Mean: C1 (tinggi) ada 14 item, C2 (sedang) ada 2 item, C3 (rendah) ada 74 item.
Copyrights © 2019