Journal of Mathematics and Mathematics Education (JMME)
Vol 2, No 1 (2012): Journal of Mathematics and Mathematics Education

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN INKUIRI DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI KABUPATEN BLORA

Imam Mashuri (Prodi Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, FKIP – UNS)



Article Info

Publish Date
17 Jul 2016

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Manakah model pembelajaran yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, model pembelajaran berbasis masalah (PBM), inkuiri atau konvensional, (2) Manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, kemandirian belajar tinggi, kemandirian belajar sedang, atau kemandirian belajar rendah, (3) Pada masingmasing model pembelajaran, manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, kemandirian belajar tinggi, kemandirian belajar sedang, atau kemandirian belajar rendah. (4) Pada masingmasing klasifikasi kemandirian belajar siswa, manakah model pembelajaran yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, model PBM, inkuiri atau konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah tahun pelajaran 2011/2012.Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 287 siswa, dengan rincian 92 siswa pada kelas eksperimen satu, 96 siswa pada kelas eksperimen dua, dan 99 siswa pada kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan awal, angket kemandirian, dan tes prestasi belajar. Uji coba instrumen tes meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas. Uji coba instrumen angket meliputi validitas isi, konsistensi internal, dan reliabilitas. Uji prasyarat meliputi uji normalitasmenggunakan metode Lilliefors dan uji homogenitas variansi menggunakan metode Bartlett. Dengan a = 0,05, diperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan mempunyai  variansi yang homogen. Uji keseimbangan terhadap data kemampuan awal menggunakan analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama diperoleh kesimpulan bahwa ketiga kelas mempunyai kemampuan awal yang seimbang. Pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa (1) Model pembelajaran inkuiri menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model PBM, model PBM menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional, dan model pembelajaran Inkuiri menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional, (2) Siswa dengan kemandirian belajar tinggi memiliki prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan siswa berkemandirian belajar sedang, siswa dengan kemandirian belajar sedang memiliki prestasi yang sama baiknya dengan siswa berkemandirian belajar rendah, dan siswa dengan kemandirian belajar tinggi memiliki prestasi yang lebih baik dibandingkan siswa dengan kemandirian belajar rendah, (3) Pada model pembelajaran inkuiri, siswa dengan kemandirian belajar tinggi memiliki prestasi belajar matematika sama baiknya dengan siswa berkemandirian belajar sedang, siswa dengan kemandirian belajar tinggi memiliki prestasi yang lebih baik dibandingkan siswa berkemandirian belajar rendah, dan siswa dengan kemandirian belajar sedang memiliki prestasi yang sama baiknya dengan siswa dengan kemandirian belajar rendah. Pada model PBM dan konvensional, ketiga klasifikasi kemandirian belajar siswa memberikan prestasi belajar yang sama baiknya, (4) Pada siswa dengan kemandirian belajar tinggi, model pembelajaran inkuiri menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model PBM, model PBM menghasilkan prestasi belajar matematika sama baiknya dengan model pembelajaran konvensional, dan model pembelajaran inkuiri menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional. Pada siswa dengan kemandirian belajar sedang dan rendah, ketiga model pembelajaran menghasilkan prestasi belajar matematika yang sama baiknya.Kata kunci: Inkuiri, Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), Konvensional, Kemandirian Belajar Siswa

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

jmme

Publisher

Subject

Education Mathematics

Description

Journal Mathematics and Mathematics Education (JMME) is a peer-refereed open-access journal which has been established for the dissemination of state-of-the-art knowledge in the field of mathematics and mathematics education. This journal was founded by the Magister of Mathematics Education, ...