Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi
Vol 8, No 1 (2020): SABDARIFFARMA

PEMERIKSAAN BAHAN KIMIA OBAT (BKO) NATRIUM DIKLOFENAK DALAM BEBERAPA SEDIAAN JAMU REMATIK YANG BEREDAR DI PASAR PURWADADI SUBANG

Lisna Dewi (Prodi Farmasi, Universitas Al-Ghifari)
Hilma Hendrayanti (Prodi Farmasi, Universitas Al-Ghifari)
Cucu Nurhayati (Prodi Farmasi, Universitas Al-Ghifari)



Article Info

Publish Date
20 Nov 2019

Abstract

Telah  dilakukan  pemeriksaan  bahan  kimia  obat  (BKO)  natrium  diklofenak  dalam  jamu  rematik yang beredar di Pasar Purwadadi Subang. Jamu rematik yang digunakan pada penelitian ini yaitu 10  macam  merek  jamu  rematik  yang  di  jual  di  Pasar  Purwadadi  Subang    dengan  kriteria  jamu paling  diminati masyarakat. Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat bahan  kimia  obat  natrium  diklofenak  dan  berapa    kadar  yang  terkandung  dalam  jamu  rematik. Dengan  metode  KLT  digunakan  untuk  analisis  kualitatif  dan  metode  spektrofotometri  UV-Vis untuk  analisis    kuantitatif.  Fase  diam  yang  digunakan  gel  GF254  dan    fase  gerak  yang  digunakan   toluen  :  etil  asetat  :  asam  asetat  glasial  (60:40:1)  dan  toluen  :  aseton    (1:2).  Dari  campuran  fase gerak didapatkan ada 3 sampel jamu rematik  yang positif mengandung natrium diklofenak dari 10 sampel.  Sampel  yang  positif  mengandung  natrium  diklofenak  dibaca  dengan  spektrofotometri  UV-Vis  dengan  λ  maksimal  276  nm.  Parameter  Analisis  dengan  spektrofotometri  UV-Vis didapatkan kadar natrium diklofenak dalam sampel 1 sebesar 16,11  mg sampel 2 sebesar 12,782 mg  dan  pada    sampel  3  sebesar  10,731  mg.  Kandungan  natrium  diklofenak  dalam  perdagangan sediaan natrium diklofenak sebesar 25 mg. 

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

sabdariffarma

Publisher

Subject

Chemistry Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Sabdariffarma merupakan jurnal yang menerbitkan tulisan-tulisan dari peneliti maupun akademisi di bidang farmasi, yang meliputi: teknis, manajerial farmasi, pemanfaatan obat asli Indonesia, marketing, sistem industri (farmasi, apotek atau rumah sakit), dan uji praklinis obat yang berasal dari ...