Penelitian ini bertujuan untuk melihat strategi coping dalam menghadapi kelelahan emosional pada bagian perawat darurat rumah sakit umum AW.Syahranie Samarinda dalam hal jenis kelamin. Strategi coping adalah bisnis yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang dialami dipandang sebagai hambatan dan melakukan penyesuaian antara sumbernya dengan tuntutan yang ditempatkan. Kelelahan emosional adalah respons individu terhadap stres yang dialami di luar prevalensi hubungan interpersonal karena dorongan emosional yang kuat yang dapat menyebabkan perasaan frustrasi atau marah pada seseorang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 6 orang, termasuk 3 perawat laki-laki dan perawat perempuan adalah 3 perawat yang bekerja di rumah sakit umum AW. Syahranie Samarinda bagian ER (ruang gawat darurat) yang telah bekerja minimal 2 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Data diambil dengan teknik wawancara mendalam dengan menggunakan indikator variabel strategi coping, dan kelelahan emosional. Data yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil yang didapat adalah perawat pria akan menggunakan Emotional Focused Coping (EFC) karena sifat maskulinitas yang membuat mereka tidak suka banyak bicara yang sulit dan mengartikulasikan perasaan mereka sehingga cenderung menghindar sementara perawat wanita akan menggunakan Problem Focused Coping (PFC) ketika perawat wanita mampu mengelola emosi, dan akan menggunakan emosional Focused Coping (EFC) jika mereka kurang mampu mengelola emosi mereka karena mereka cenderung membawa situasi yang ada karena karakteristik wanita yang lebih banyak mengartikulasikan perasaan, sehingga akan terlihat kelelahan emosional pada wajah.
Copyrights © 2013