Fenomena keterlibatan remaja dalam kasus hukum banyak dijumpai, bahkan mengakibatkan mereka dijebloskan dalam lembaga pemasyarakatan. Hidup dan tinggal di lembaga pemasyarakatan dapat menyebabkan kondisi tertekan secara fisiologis, psikologis, maupun perilaku, atau sering disebut stres. Penelitian eksperimen ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pengaruh teknik relaksasi progresif untuk mengatasi stres pada remaja penghuni lembaga pemasyarakatan, dengan subjek berjumlah 20 orang remaja. Pengukuran stres menggunakan skala DASS dengan mengambil sub-skala ketiga saja. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan stres kelompok eksperimen sebelum dan setelah diberikan perlakuan dengan nilai P = 0,003. Perbandingan post-test kelompok eksperimen dan kontrol dengan menggunakan gain score menunjukkan nilai P = 0,009, yang menandakan bahwa terdapat perbedaan nilai stres antara kelompok eksperimen yang diberikan teknik relaksasi progresif dibanding kelompok kontrol yang diberikan teknik placebo.
Copyrights © 2016