Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerimaan diri orang tua dalam menjalankan fungsi perannya sebagai keluarga dengan anak-anak dengan sindrom Down. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan subyek dan informan dalam penelitian berdasarkan karakteristik yang memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Metode pengumpulan data adalah metode wawancara dan observasi mendalam. Hasil penelitian dapat dilihat bahwa penerimaan diri orang tua yang memiliki anak dengan perkembangan sindrom Down berbeda. Subjek keluarga pertama, Ms.RI dan Mr.MZ, dominan dalam aspek memiliki iman, karena mereka merasa bahwa segala sesuatu yang terjadi pada anak mereka adalah hadiah dari Tuhan kepada keluarganya. Subjek keluarga kedua, Ms.SD dan Mr.RS, dominan dalam aspek tanggung jawab, karena mereka cukup berani untuk mengambil tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan anak-anak, terutama anak-anak yang memiliki gangguan perkembangan Down syndrome. Subjek keluarga ketiga ibu Ms.SI dominan dalam aspek menganggap dirinya sebagai berharga, karena dia merasa memiliki kepercayaan diri yang mampu memposisikan dirinya sebagai orang yang memainkan peran paling aktif dalam merawat dan merawat anak. Dan keluarga keempat subjek Ms.EY yang dominan dalam aspek berpikir positif, karena Ms.EY selalu menanamkan pikiran positif dalam hidupnya selama kehamilan ketika seorang anak memiliki gangguan perkembangan down syndrome. Kemudian penerimaan diri masing-masing orang tua mendukung karakteristik fungsi keluarga, hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa keempat keluarga subjek secara keseluruhan mampu menjalankan peran dan fungsinya sebagai orang tua dengan baik
Copyrights © 2019